oleh

UMKM Jawa Tengah Melirik Potensi Pasar Singapura.

SINGAPURA. AsiaTimesNews.com – Kedutaan Besar RI untuk Singapura hari ini membuka Webinar Kurasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Unggulan & Business Matching yang diikuti oleh seluruh UKM mitra Bank Indonesia di Jawa Tengah termasuk Purwokerto, Tegal dan Solo serta pelaku bisnis di Singapura. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Jawa Tengah bekerja sama dengan KBRI Singapura diadakan untuk mendorong UMKM naik kelas dan siap ekspor ke manca negara.

Dubes Suryo Pratomo mengingatkan bahwa meskipun jumlah penduduk Singapura sebesar Indonesia namun potensi pasar yang dimiliki Singapura sangat besar. Peluang tersebut harus dapat dimanfaatkan dengan baik. Untuk itulah, dalam rangka mempercepat pemulihan perekonomian nasional kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pintu gerbang dalam mendorong ekspor UMKM ke Singapura. Dengan tantangan kebutuhan pasar internasional yang semakin tinggi, diharapkan UMKM Indonesia dapat juga mengembangkan bisnisnya secara digital melalui platform e-commerce.

Senada dengan Dubes Suryo Pratomo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya juga menyambut baik kegiatan ini karena pengembangan UMKM juga selaras dengan bidang tugas Bank Indonesia dan sejalan dengan visi misi serta program strategis dari Bank Indonesia yang salah satunya mendukung upaya penurunan defisit transaksi berjalan melalui pengembangan digitalisasi bisnis UMKM.

Dalam upaya mendorong UMKM naik kelas dan dan semakin banyak yang siap ekspor, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan upaya-upaya pembinaan kepada UMKM melalui berbagai kegiatan, seperti pameran UMKM Gayeng yang akan dilaksanakan pada bulan April/Mei 2021 dengan serangkaian kegiatan meliputi fasilitasi kurasi, pengembangan kapasitas, business matching, dan promosi, baik dalam maupun luar negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Atase Perdagangan RI di Singapura, Rumaksono, menyampaikan ketentuan teknis dan peraturan ekspor impor di Singapura yang perlu diketahui oleh UMKM Indonesia. Rumaksono juga menyampaikan pemerintah Indonesia akan mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan ekspor ke Singapura.

Webinar ini diikuti oleh 101 (seratus satu) UMKM dari Jawa Tengah yang nantinya akan dikurasi oleh pelaku bisnis di Singapura melalui kegiatan business matching dan pertemuan one-on-one meeting pada tanggal 10 dan 11 Februari 2021 lalu. Webinar ini juga dihadiri oleh calon mitra bisnis di Singapura yang memberikan market insight di Singapura. Pelaksanaan kurasi diharapkan akan menyaring UMKM yang berpotensi di bidang makanan dan minuman, produk fashion dan gaya hidup, pertanian, serta dekorasi rumah, yang siap ekspor di pasar internasional.

Diharapkan dari hasil rangkaian kegiatan webinar dan business matching serta pertemuan one-on-one meeting tersebut, dapat meningkatkan ekspor UMKM Indonesia ke Singapura dan pasar ekspor lainnya. (KBRI).

 

 

Komentar

News Feed