oleh

Tiga Calon Kuwu Desa Kiajaran Kulon Berkompetisi Merebutkan Kursi

INDRAMAYU (ATNews). Pemilihan Kepala Desa Kiajaran Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu yang dijadwalkan tanggal 2 Juni 2021 mendatang. Untuk sementara waktu calon Kepala Desa (Kuwu) sudah mendaftar tiga kandidat.

Calon Kepala Desa Kiajaran Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu yang telah mendaftarkan diri diantaranya Hamim, H. Ubed dan Abu Darda (petahanan). Abu Darda merupakan kandidat ke tiga mendaftar setelah Hamim dan Ubed, dia mendaftarkan diri Jum’at (12/3/2021) siang hari.

Masyarakat Desa Kiajaran Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten dengan tampilnya tiga kandidat untuk bertarung merebutkan kursi Kepala Desa diprediksi bakal seru. Lantaran ke-3 kandidat digadang – gadang oleh pendukungnya sebagai kandidat pilihan untuk bertanding dan layak sebagai pemimpin.

Akan tetapi menurut Mang Odel warga Kiajaran Kulon ketika ditemui di rumahnya Kamis (11/3/2021) menuturkan. Ke-tiga calon jika dilihat dari elektabilitas Abu Darda telah cukup memiliki pengalaman di bidang pemerintahan. Menyusul Hamim dengan latarbelakang mengenyam organisasi yang cukup baik dan memiliki pengalaman dibidang pemerintahan serta dekat dengan masyarakat. Sementara H. Ubed, lahir dari pengusaha tambak. lele yang berpedoman bagaiman meningkatkan perekonomian.

Namun kata Mang Daslam dalam pemaparannya dikutif dari group Aspirasi Wong Kiajaran Kulon menguraikan terkait sosok pemimpin yang diharapkan yakni. Pemimpin yang merakyat adalah seorang pemimpin yang pola kehidupannya sama seperti pola kehidupan rakyatnya, ia memakai baju sama seperti baju yang dipakai rakyatnya, ia memakai bahasa yang dimengerti rakyatnya, bukan yang pandai beretorika saja, ia mampu memberikan solusi bagi permasalahan rakyatnya.

Pemimpin menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) adalah orang yang memimpin, sementara menurut Miftha Thoha dalam bukunya perilaku organisasi (1983:255) pemimpin adalah seorang yang memiliki kemampuan memimpin.

Di beberapa kesempatan Mang Daslam sering menulis tentang pemimpin menurut perspektif islam yang harus mampu menjadi khaadimul ummah (pelayan masyarakat) yang memiliki sifat shiddiq, amanah, tabligh, dan fhathonah, seorang pemimpin juga harus mampu membaca dan memahami karakter masyarakat yang dipimpinnya.

Secara singkat Mang Daslam bisa simpulkan bahwa pemimpin yang merakyat adalah pemimpin yang mengerti kondisi rakyatnya, mau mendengar keluhan mereka, dan mampu memberikan solusi terbaik bagi permasalahan rakyatnya,yang mampu membikin rakyat sejahtera bukan malah membuatnya susah. (Yadi).

Komentar

News Feed