oleh

Gempida Desa Kiajaran Kulon Resmi Dibentuk

ASIATIMESNEWS.COM. INDRAMAYU – Pembentukan Gerakan Masyarakat Peduli Desa atau di singkat GEMPIDA, dilaksanakan oleh tokoh pemuda dan di prakarsai seorang generasi tiga jaman yakni Muhammad Yadi yang juga Pemimpin Redaksi Media Online Asiatimesnews.com yang beralamatkan di Jl. KH. Abdurozak Desa Kiajaran Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu.

Organisasi berbentuk komunitas sosial dan sosial kontrol berbadan hukum Yayasan Nurul Hikmah Kiajaran Kulon disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0024138.AH.01.04 Tahun 2020.

Sejumlah 13 orang pemuda dari berbagai profesi secara aklamasi mengangkat dan menunjuk Ibrahim Samad sebagai ketua Gempida yang juga sebagai Ketua HMI Indramayu Provinsi Jawa Barat. Sekretaris dijabat oleh Reza dan bendahara dijabat Syarif Abdurrahman Minggu (13/6/2021).

Gempida berorientasi membantu masyarakat dalam bidang Sosial, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Khususnya di Wilayah Desa Kiajaran Kulon dan wilayah Kabupaten Indramayu Dengan Program unggulannya.

Membantu Pemerintah Desa Membuat Kajian Tentang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Secara Gratis, yang bertujuan untuk mendorong pembangunan di Wilayah Pedesaan. Karena dengan adanya kajian-kajian di Desa, maka akan mempermudah Pemerintah Desa dalam menentukan arah pembangunan desa di masa yang akan datang.

Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Desa Indramayu Ibrahim Samad yang Juga Ketua HMI Indramayu mengatakan. Untuk pembangunan desa yang lebih terarah, berdasarkan Kemendes PDTT memprogramkan SDGs Desa yang berisi 18 poin yang merupakan pengejawantahan SDGs Nasional.

“Target- target kita ada desa tanpa kemiskinan, kelaparan, keterlibatan perempuan, air bersih dan sanitasi, pertumbuhan ekonomi desa yang merata, juga menekan agar tidak terjadi tindak korupsi oleh oknum Kepala Desa (Kuwu)” jelasnya.

Dengan demikian Gempida agar anggaran dana desa tahun 2021dan seterusnya dapat pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, yang terdiri dari pembentukan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes/BUMDesma, penyediaan listrik desa, pengembangan usaha ekonomi produktif, utamanya yang dikelola BUMDes/ BUMDesma.

Pengawasan program prioritas nasional sesuai kewenangan Desa yang meliputi pendataan Desa, pemetaan potensi dan sumber daya, dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan Desa wisata, penguatan ketahanan pangan, pencegahan stunting di desa, desa inklusif dan menumbuh kembangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam berbagai sektor.

Dengan disahkannya UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 maka BUMDes menjadi badan hukum. BUMDes menjadi investasi penting bagi desa untuk dapat terus menerus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Karena Fungsi BUMDes adalah Konsolidasi dan pemasaran produk desa dalam rangka rebound ekonomi desa.

Pengurus Gempida Kiajaran Kulon Kabupaten Indramayu (gambar: dokumen)

Sementara itu menurut Muhammad Yadi (Litbang) dengan dibentuknya Gerakan Masyarakat Peduli Desa (Gempida) diharapkan mampu menampung aspirasi masyarakat dan memberikan solusi agar para Kuwu menjalankan roda pemerintahan dengan baik tanpa korupsi.

Jika kedapatan adanya unsur-unsur tindakan yang merugikan pemerintah, hal ini kami melakukan musyawarah baik dengan Pendamping Desa, BPMD, Satgas dan apabila terbukti maka bersama – sama menindak tegas memproses dengan hukum dan undang – Undang yang berlaku” ungkapnya.

Ahmad Al-husori selaku pembina Gempida optimis Gerakan Masyarakat Peduli Desa, mampu membatu pemerintah dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pemanfaatan Dana Desa. Dan mampu meningkatkan IPM bersama pemerintah agar berdaya guna mengembankan produktivitas perekonomian, serta kemandirian masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasikan gagasan dari Muhammad Yadi sehingga terbentuk paguyuban. Dan saya percaya atas kemampuan Ibrahim Samad dalam membawa amanah yang sangat mulia” imbuhnya. (Reza).

 

 

 

 

Komentar

News Feed