Tanah Waris Puluhan Tahun Dikuasia Pemda, Ahli Waris Menggugat

INDRAMAYU | ASIA TIMES NEWS – Aki Asmu Bin Adtasim Madasan (72), warga Desa Sanca Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menggugat Pemkab Indramayu. Gugatan itu dilayangkan karena tanah waris yang sudah puluhan tahun dikuasai Pemdes setempat untuk kantor desa belum juga ada titik temunya. Gugatan itu sudah didaftarkan oleh kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Ruslandi, SH dan Rekan ke Pengadilan Negeri (PN) Indramayu Kelas 1B pada Jumat 14 Januari 2022.

Kuasa hukum Aki Asmu, Ruslandi dalam rilis melalui pesan whatsappnya menyebutkan, ahli waris Bapak Adtasim Madasan telah puluhan tahun memperjuangkan hak miliknya ke Pemdes Sanca namun Kuwu setempat hanya menebar janji-janji belaka. Di atas tanah ahli waris seluas sekira 2.100 m2 itu kata dia, telah berdiri bangunan kantor desa yang cukup megah sementara kehidupan keluarga Aki Asmu hidup miskin.

Karena perjuangan untuk mengembalikan asset keluarganya selalu mentok, sambung Ruslandi, Aki Asmu menunjuk pihaknya untuk melayangkan gugatan ke PN Indramayu.

“Dalam gugatan tersebut, penggugat menggugat Bupati Indramayu, QQ Pemerintah Kabupaten Indramayu, tergugat I, Camat Kecamatan Gantar, QQ Pemerintah Kecamatan Gantar, tergugat II, Kuwu Desa Sanca, QQ Pemerintah Desa Sanca, tergugat III. Kemudian Badan Perwakilan Desa, QQ Pemerintah Desa Sanca, turut tergugat,” kata dia dalam keterangannya, Sabtu (15/01/2022).

Adapun yang menjadi dasar dan alasan gugat itu adalah, penggugat merupakan salahsatu ahli waris Bapak Adtasim Madasan almarhum, pemilik tanah darat seluas sekira 2.100 m2 terletak di Blok Sanca, Desa Sanca RT/RW 000/000 sebagaimana tercatat pada nomor NJOP 32.14.250.002.000.-0075.7, selanjutnya disebut obyek perkara.

Obyek perkara tersebut sejak tahun 1970 sampai saat gugatan ini diajukan telah dibangun dan berdiri sebuah bangunan Kantor Pemerintahan Desa (Balai Desa) Sanca.

“Berdasarkan cerita dari para orang tua dan sanak family serta beberapa sesepuh desa dahulu obyek sengketa tersebut dipinjampakaikan dari orang tua penggugat kepada Kuwu/Kepala Desa terdahulu untuk kebutuhan sarana pelayanan pemerintahan selama Pemdes Sanca sendiri belum memiliki tanah. Sehingga lamanya waktu penguasaan oleh tergugat III sampai Tahun 2021 sudah terhitung 51 tahun,” bebernya.

Adapun alas hak dari adanya kepemilikan (eigendom) Bapak Adtasim Madasan adalah Petok D dengan Persil Nomor 00041, Kelas A 41 seluas 2.100 m2 dahulu Kecamatan Haurgeulis.

“Sebagai ahli waris Bapak Adtasim Madasan almarhum, Penggugat telah beberapa kali menanyakan kepada para tergugat agar obyek perkara a quo untuk diserahkan kembali kepada ahli waris karena kehidupan ahli waris sangat miskin,” sebut Ruslandi sembari menambahkan gugatan tersebut telah didaftarkan ke PN Indramayu.

“Kita tunggu saja tanggal mainnya,” tambahnya. (safaro)

Related Posts

Comment